Kucing Kucing

Halo, semuanya. Kali ini, aku mau cerita soal kucing.

Kucingku ada dua sekarang. Namanya Ponta dan Cael. Mereka ini jantan dan betina. They supposed to be a couple (?). Tapi Ponta itu bodo, dan dia malah memperlakukan Cael layaknya adiknya.

Aku makin yakin Ponta ini gay karena dia hobinya mengejar kucing jantan :(

Ini Ponta. Sukanya pose yang aneh-aneh.
Ponta ini gendut banget. Makannya banyak. Banget. Bikin bangkrut. Sukanya berpetualang di sekitar perumahan, tapi langsung lari pulang kalau didekati anak-anak TPA. Dan seorang simbah pernah mengira Ponta adalah seekor anjing. Mungkin karena Ponta gembrot.

Ini namanya Cael. Emang dia suka gangguin orang gitu.
Cael ini agak manja memang. Sukanya nempel-nempel ke orang minta perhatian.

Nah, pada suatu hari, Si Cael ini nggak mau makan. Dia lemes banget. Kerjaannya meringkuk kayak cucian basah. Dan serumah gempar.

Memang keluargaku drama banget. Kucing nggak mau makan aja ributnya kayak mau ada invasi alien :(

Kemudian aku dan adikku melakukan tindakan preventif, yaitu memberinya vitamin penambah nafsu makan. Bentuknya kayak salep dan berwarna cokelat gelap. Vitamin ini bisa didapatkan di petshop dengan harga 10rb atau 15rb gitu, lupa.

(FYI: dulu aku beli obat ini, resep dari dokter pas Ponta sakit. Tapi Ponta maemnya sudah banyak banget tanpa vitamin itu. Waktu itu aku kasih dikit ke Ponta, dia malah nagih -_- Jadi kami putuskan tidak memberinya penambah nafsu makan, sebelum dia mampu menghabiskan sekarung Universal sekali makan)

Tapi Cael masih nggak mau makan. Nah, sepupuku pernah bilang bahwa waktu kucingnya nggak mau makan, dia memberinya air madu. Jadi kami berilah si Cael air madu. 

Kami pernah ngasih Cael air madu waktu kapan itu dia nggak mau makan, tinggal dicampur ke air minumnya. Pas itu dia masih mau minum, sih. Waktu itu manjur. Tapi karena Cael sekarang bener-bener nggak mau makan dan minum, kami terpaksa mencekokinya pakai spet suntik.

Hari berikutnya, Cael masih nggak mau makan. Sedih banget. Dua hari dia nggak makan apa-apa. Kami masih ngasih dia air madu. Terus aku ngelarutin makanan basah pakai air anget, terus aku masukin ke spet suntik, abis itu aku cekokin ke Cael. Tapi dimuntahin lagi sama dia :(

Jadi kami memutuskan membawanya ke dokter.

Cael ini memang langganan dokter. Kemarin kami sempat bolak-balik ke dokter lantaran buntutnya nggak mau bergerak. Buntut Cael, maksudku, bukan buntut dokternya.

Setelah diperiksa, dokter berkata bahwa si Cael kena demam alias cat influenza. Ciri-cirinya adalah suhu badannya tinggi seperti demam pada umumnya. Cek suhunya di dalem kuping si kucing. Jadi jari kita dimasukin ke kuping kucing gitu.

Bu dokter bilang, virus ini bikin kuping, mata, sama hidung berair, makanya kucing kita jadi kehilangan nafsu makan karena nggak bisa cium apa-apa.

Virus ini masa kritisnya lima hari. Kalau nggak ada penanganan intensif dari pemilik kucing selama lima hari itu, bisa aja si kucing nggak selamat. Serem emang, nyawa seekor kucing ada di tangan kami ._.

Bu dokter kemudian memberi kami antibiotik yang diminumkan tiga kali sehari. Selain itu, bu dokter juga berpesan agar kami memaksanya makan. Pokoknya si kucing harus mau makan. Dikit-dikit, tapi sering. Jangan lupa dikasih minum juga. Kalau bisa pakai air madu karena lebih bernutrisi. Kami juga mindahin kandang Cael ke dalem rumah biar dia lebih anget.

Besok paginya, si Cael udah mau makan sendiri. Seneng banget :')

Nah, buat teman-teman yang kucingnya lemas dab nggak mau makan, mungkin tips di bawah ini bisa membantu. (Validasinya nggak tahu, sih. Soalnya berdasarkan pengalaman. Tapi ini saran dokter juga kok)

Pertama, coba dikasih vitamin penambah nafsu makan. Harganya nggak begitu mahal juga, kan. Siapa tahu manjur. Kalau buat kucingku sih, nggak begitu manjur. Hehehe, tapi dicoba aja.

Kedua, coba dikasih air madu. Berdasarkan pengalamanku dan sepupuku, cara ini manjur banget. Kucing kami langsung sehat dengan riangnya. Bu dokter juga menyarankan air madu karena bernutrisi. Selain itu, pastikan kucing sering minum biar nggak dehidrasi.

Ketiga, paksa kucing makan. Iya, harus. Kalau nggak gitu, ntar kucingnya nggak punya energi. Memang susah, sih. Kalau kucing biasa makan makanan kering, coba diganti pakai makanan basah. Terus coba disuapi pakai sendok. Kalau bener-bener ogah, ya terpaksa pakai spet suntik. Makanan basah atau kering dikasih air sampai bisa masuk spet suntik, terus dicekokin ke kucing. Kata dokter, makanan basah bisa diganti pakai telur.

Mungkin penanganan pertama gitu aja, sih. Alhamdulillah dengan treatment di atas aja kucingku membaik. Biasa lah, kalau sakit berlanjut hubungi dokter dan berdoa ._.

Semoga kita dan peliharaan kesayangan kita selalu sehat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trappsila, XI IPA 2

[Review] V-tec Artist Series Water Colours

Mas Bule